Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak

Revo 2009

Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak

Sidang Itsbat Gelaran pemerintah sudah memutuskan bahwa Hari raya Idul Fitri 1 syawal 1432 H jatuh pada hari rabu tanggal 31 Agustus 2011. Sidang tersebut di pimpin oleh menteri Agama RI, Suryadharma Ali. Seperti di beritakan bahwa keputusan ini merupakan kesepakatan antara beberapa pihak diantaranya astronom, Angkatan Laut, BPPT, dan ahli falak. Metode penetapan 1 syawal ini adalah degan rukyat.

Rukyat sesuai dengan wikipedia adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.
rukyat idul fitri 1432 H
Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak dilaksanakan atau ditetapkan karena PP Muhammadiyah telah memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 H atau Idul Fitri jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Perbedaan ini didasarkan pada metode yang diambil. PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab (sesuai dengan wikipedia) yaitu perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. 2 Metode ini kadang berbea juga kadang sama seperti pada Idul Fitri Tahun 2010 lalu.
rukyat wujudul hilal idul fitri 1432 H

Kapan Hari raya Idul Fitri

Sekarang pertanyaannya kapan Hari raya Idul Fitri untuk saya? jawabannya adalah silahkan meyakini salah satu metode yang di anut karena keduanya adalah baik. Mengapa saya katakan baik?, karena ini semua hanya demi umat. Kebingungan umat harus segera dimusnahkan, mari kita kokohkan persaudaraan Umat Seiman dan jangan melihat perbedaan penanggalan saja. Lebih baik cari persamaan dari kita masing-masing sehingga terwujud jalinan Keluarga yang solid.

Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak ini adalah suatu keindahan, karena berbeda itu Indah. Di kampung saya, walaupun ada yang mengatakan bahwa “Hari Rayaku Masih Lusa”, tetapi kegembiraan menyambut hari kemenangan sangat kentara. Kebulan dapur mengolah makanan khusus resep keluarga masing-masing tetap berjalan walaupun esok masih puasa. Sore itu, pembagian Uang untuk anak-anak sudah di lakukan, Sholat Terawih masih dilakukan itu pun harus menunggu keputusan dari sidang pemerintah. Sungguh nikmat perbedaan ini. Perbedaan yang akan menyatukan Umat. Tidak ada yang menggerutu bahwa Idul Fitri harus dilalui dengan puasa Ramadhan sehari lagi, tidak ada protes bahwa sholat IED dilakukan Lusa dan tidak ada yang nggerundel bahwa adanya Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak. Semua kelihatan Damai.

Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak mungkin hanya istilah tapi dalam kampungku, Idul Fitri adalah tetap yaitu 1 Syawal 1432 H. Terima Kasih telah membaca tulisan saya, Selamat merayakan bagi yang merayakan Idul Fitri Besok Mohon maaf Lahir dan Bathin serta selamat berpuasa bagi anda yang esok masih berpuasa di penghujung Ramadhan 1432 H.

Ditulis pada tanggal 30 Ramadhan 1342 dengan Judul: Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak oleh Heru Budianto di http://herubudianto.com/

rpp berkarakter terbaru

Incoming search terms:

idul fitri 2012,idul fitri

Post to Twitter

30/08/2011 oleh Heru Budianto | Kategori Catatanku.

Tags: , , , , , ,

Silahkan berkomentar di Hari Raya Idul Fitri yang tidak serentak ?